Mengapa aku tak pernah bisa menepati janjiku untuk membencimu ??
Setiap kali ku berjumpa denganmu,, terasa hati ini selalu ingin menyapa dan dekat denganmu,,
Ku tak bisa membohongi semuanya,,
Mungkin ketika kita berjumpa kamu telah deluan mengirimkan kalimat-kalimat hipnotis kepadaku lewat semilir angin sebelum aku sadar bahwa aku sedang membencimu karena ulahmu yang selalu membuat mataku sembab,,
Dan setelah ku menyapamu,, setelah kau tak ada lagi di dekatku,, aku baru sadar bahwa aku telah melakukan suatu kesalahan lagi untuk yang kesekian kalinya untuk terus memperhatikanmu,,
Apa ini semua karena aku yang terlalu bodoh atau karena kamu yang terlalu pintar ??
Aku tak bisa membencimu,, aku tak bisa mencuekimu,, aku tak bisa melakukan itu semua,,
Walau akal ku sangat ingin membenci mu mengingat segala perlakuanmu yang egois tapi hatiku selalu berkehendak lain,,
Tak jarang akal dan hatiku saling bertengkar hanya karena kamu yang tak pernah bisa menghargai,,
Apakah kamu tahu semua itu ??
Saat kau tak ada,, aku memimpikan hadirmu di dekatku menemaniku,, seketika itu pula rindu merasuk dalam kalbu,,
Tapi saat kamu ada di dekatku,, aku tak ingin melihat wajahmu yang munafik,, dan semua sel-sel dalam tubuhku mengomando akalku untuk membencimu…
Aku bingung,, dengan sikapmu yang plin plan dan sikapku yang tak bisa ku kendalikan…
Kau kejam, tapi mengapa ku tetap menyukaimu ??
Apa karena kamu adalah orang yang pertama kalinya mengubah hidupku,, menarikku keluar dari jurang kesepian,, menemaniku dalam kesendirian…
Kamu memang pintar menarik perhatianku,, tapi kamu juga pintar mengalirkan sungai-sungai kecil di pipiku..
Ku membencimu,, tapi ku mencintaimu juga….
Sampai aku tak bisa membedakan lagi antara rasa cinta dan benci….