De javu,, itulah yang mataku lihat saat ini,, di pesisir pantai yang sama,, di tempat duduk yang sama,, di suara deburan ombak yang sama,, mataku kembali pada tradegi di beberapa milyar detik yang lalu,, saat kita tak harus menjadi sampah sejarah,, saat kita tak harus menjadi sisa dari puing-puing kenangan,, segalanya hampir terasa sama,, hanya satu hal kecil yang membedakannya,, hal kecil yang tak dapat menyempurnakan de javu-ku,, dirimu…