Terdiamku dalam bait-bait puisi lirih..
yang ku eja kata demi kata, bait demi bait..
bersama senandung jengkrik di luar sana..
semakin menambah pesona malam..
teringat berjuta detik yang lalu..
saat mata bertemu mata..
saat jantung berdegup 2x lebih cepat..
kuyakinkan hati agar tetap terhijab..
tertunduk ku membisu dalam kamar gelapku..
berharap waktu dapat terulang kembali..
agar hati tak jatuh di waktu yang salah..
dan kecewa tak punya alasan untuk bertamu..
tapi waktu tak terulang, hati telah jatuh..
dan kecewa telah mampir dalam memori..
engkau hadir tanpa izin..
engkau pergi tanpa pamit..
engkau pencuri yang tak tertangkap..
yang telah mencuri hati dalam hijabku..
dan kau gantungkan di tengah harap dan asa..