kasih, ada setoples rindu di sini,
yang sejak setahun lalu tak pernah kau sentuh,
kasihan, rindu itu sudah berjamur,
kelamaan menunggumu untuk menyentuhnya.
Kasih, di sini juga ada segelas benci,
yang makin hari isinya makin bertambah,
dari tetesan teko kenangan pahit yang kau buat,
semakin lama engkau tak kembali ke sini,
maka semakin banyak pula isi dari gelas benci ini.
Jadi, cepatlah pulang waahi pemilik hatiku,
bantu aku menghabiskan rindu dan benci ini,
agar kita dapat membuat makanan baru lagi,
yaitu cinta dan sayang.
Semesta, tunjukilah ia jalan menuju hatiku,
karena ku yakin, saat ini ia sedang tersesat,
dalam labirin masa pencariannya. Waktu, buatlah ia mengerti,
betapa aku dengan setia menantinya disini,
hingga semesta membawanya kembali kesini.